Mengapa Wanita Perlu Mempersiapkan “Lebih” Untuk Pesiun…?

Wanita tetap memiliki resiko yang tinggi untuk masa pensiun yang tidak aman dibandingkan dengan pria, menurut penelitian yang baru saja diterbitkan oleh NIRS (National Institute on Retirement Security).
Wanita, menurut laporan, “Shattering the Retirement Glass Ceiling: Women Need a Three-Legged Stool,”(Sangat Rentan terhadap masa pensiun: Mereka membutuhkan cadangan lebih) perlu untuk menambah asset pensiun mereka dari pada pria karna umumnya mereka hidup lebih lama. Bagaimana pun juga, untuk memerlukan asset yang cukup adalah lebih sulit karena umumnya wanita masih mendapatkan upah yang lebih rendah dan sedikit kesempatan untuk rencana pensiun pada saat mereka bekerja dibandingkan dengan para pria.

Menurut penelitian, resiko dari pensiun yang tidak aman dapat di minimalisir dengan menggabungkan tabungan “pensiun yang diambil pemerintah”, supplemental 401(k) (type tabungan pribadi) dan jaminan hari tua. Bagaimana pun juga wanita dengan gaji $50,000 (Rp. 482,500,000) *) harus menabung lebih banyak $1,000 (Rp. 9.650.000,-) *) per tahun lebih banyak dari pria untuk dapat mencapai pensiunan yang sesuai, dikarenakan kesempatan hidup wanita lebih tinggi. Mungkin sulit dilakukan menurut penelitian di tahun 2007: Pekerja wanita penuh waktu hanya menghasilkan 76.2% dari bagian penghasilan pria – artinya kurangnya uang untuk di tabungkan.

Sejujurnya, pria dan wanita perlu menabung lebih banyak untuk masa pensiun mereka, dikatakan oleh anggota FPA (Financial Planner Association), Karin Maloney Stifler, CFP®, of True Wealth Advisors, LLC. Pria dan wanita juga perlu mengambil lebih banyak tanggung jawab. “Pria dan wanita dapat memilih untuk membuat perencanaan jaminan masa tua mereka untuk jangka panjang menjadi prioritas yang utama,” demikian katanya.

Tetapi wanita lah yang terburuk. “Yang tidak menguntungkan, adalah kenyataan bahwa ternyata wanita lah yang sangat sedikit mempersiapkan masa pensiun mereka.” Demikian kata Stacy Schaus, CFP®, PIMCO Senior Vice President, anggota dari FPA. “Juga kita ketahui banyak wanita tua berada di bawah garis kemiskinan”.

FPA boardmember, Deena Katz, CFP®, an associate professor at Texas Tech University, juga setuju dengan hasil penelitian yang dilakukan bahwa wanita mengalami keadaan yang lebih buruk dan membutuhkan tabungan lebih. “kebutuhan pensiun wanita setelah pensiun jauh lebih dramatis daripada pria,” katanya. Contoh, wanita adalah pemberi yang utama untuk orang tua mereka. Umur rata-rata janda2 adalah 56 dan diatas 60% menikah dan diakhiri perceraian. (Disamping menabung lebih, pada kenyataannya wanita perlu merencanakan kemungkinan mereka akan sendiri untuk sepanjang hidup mereka, kata Maloney Stifler).

“Jadi, kemampuan wanita untuk mempersiapkan keuangan adalah benar-benar perlu di rencanakan, pada saat mereka membutuhkan sumber pada saat mereka pensiun nanti,” kata Katz. “saya mau katakan,… lupakan cadangan ke-3 dan rencanakan cadangan ke-4, yang termasuk perlunya untuk menabung 2x lipat untuk tabungan pribadi.

Wanita mungkin membutuhkan pendekatan, memprioritaskan “Saya dulu” untuk perencanaan pensiun mereka. “Seperti mengambil masker oxygen di pesawat ketika terjadi guncangan dan kemudian baru menolong yang lain, wanita akan terlayani dengan baik ketika memiliki simpanan untuk masa pensiun mereka,” kata anggota FPA, Bonnie Hughes, CFP®, of The Enrichment Group.

Kata Maloney Stifler: “Salah satu tantangan yang unik untuk semua wanita dalam merencanakan keuangan mereka pada masa yang akan datang adalah kecenderungan memperhatikan orang lain daripada mereka memperhatikan diri mereka sendiri. Banyak wanita mengesampingkan keadaan mereka sendiri,

keuangan dan yang lainnya, sementara “belakang mereka terbakar” ketika mereka memperhatikan keperluan orang lain dahulu.”

Maloney Stilfer mengatakan, “Wanita membuat pengorbanan secara keuangan yang besar untuk memperhatikan anak-anak mereka, pasangan, orang tua dan lainnya. “Wanita perlu mengetahui bahwa bukanlah egois untuk memprioritaskan diri mereka sendiri. Memelihara diri mereka sendiri termasuk menginvestasikan skills dan karir mereka untuk tetap bekerja, menyiapkan, menyimpan untuk persiapan pensiunan mereka sebelum mereka membelikan “keinginan” anak-anak mereka, untuk tetap memiliki kesehatan yang baik dan mempunyai pengetahuan yang baik tentang keuangan, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang bijak tentang uang yang mereka miliki. Untuk memiliki jaminan keuangan adalah bagian dari pilihan dan keberuntungan (baik atau tidak begitu baik), tapi tidak diragukan salah satu pemberian terbaik adalah kita dapat memberi untuk diri kita sendiri dan orang lain yang kita kasihi”.

*) 05/02/09 Dolar = Rp. 9.650,-
Sumber: FPA (Financial Planner Association) – “Why Women Need to Save More for Retirement”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Financial & Wealth Protection

%d bloggers like this: