Bagaimana Seharusnya Saya Membagi Keuangan Saya..?

Pak Andi begitu menyayangi anaknya. Dia sering kali berkata, “Nak,… belajar yang rajin ya.. nanti kelak kalo kamu dewasa jadi orang yang berguna. Sekolah yang tinggi..”

Waktu pun berjalan dengan cepat tanpa disadari Denny anak pak Andi sudah beranjak dewasa, dan saatnya kuliah. Saat itu Denny mengatakan pada ayahnya.. “Pa… tadi saya sudah browsing di  Internet, Universitas di Singapore itu lho pa… keren deh… Denny mau kuliah di sana… Boleh ya pa… Teman-teman Denny banyak lho yang kuliah di sana… ada yang di Amerika juga lho pa.” Sambil tersenyum dan berharap Denny melihat pada papanya..

Lalu Ayah nya Denny sambil menurunkan kaca mata nya, dan menatap Denny… “Denny… Bukan papa gak kasih, cuma masa kamu gak kasihan papa dan mama..? kalo kamu ke sana kami sama siapa..? Apa tega kamu tinggalin kami..?” Dengan mata yang berharap.. “Tapi pa… kan Denny bisa pulang saat liburan..” Lalu sang ayah berkata, “Jangan lah nak, kami ingin kamu ada disini.. Lagian… hmmm… biayanya kan mahal.. Uang papa belum cukup untuk biaya kamu di sana..” Dengan tertunduk sayu,… terdiam… tiba-tiba Denny menatap ayahnya dengan tatapan tajam,… “Pa.. Papa… Kalau saya tidak bisa memilih universitas yang saya inginkan, buat apa saya sekolah dengan rajin selama ini, berjuang untuk menjadi juara..?” Semakin meninggi suara Denny,… “Ini tidak adil papa…!!!” sambil menatap dengan marah… Denny berjalan menuju kamar meninggalkan papanya yang duduk terpaku, terdiam sambil memegang kaca matanya…

Mungkin cerita ini kita temui, atau kita alami sendiri.. Anda mungkin pernah berpikir untuk sekolah tinggi ke sebuah perguruan tinggi favorit anda. Tapi niat anda tidak tercapai karna orang tua tidak mempersiapkan dana yang cukup.

Kelihatannya mungkin saat ini anda dapat berkata, iya, saya juga sedang mempersiapkan. Saya hanya bisa mengalir saja.. Karna kan memang nanti bisa saya cari uang itu… Sekali lagi anda betul. Tapi berani kah anda menjamin bahwa anda akan baik-baik saja sampai pada dana tersebut telah terkumpul..?

Menurut survey Havard University bagaimana orang-orang sukses membuat perencanaan pembagian keuangan yang baik.

Contoh:

Pak Andi mempunyai Gaji 10 juta per bulan.

3,5 Juta – Bayar cicilan

1,5 Juta – Bayar Listrik dan Kebutuhan Rumah

3 Juta – Uang Belanja

1 Juta – Transportasi

1 Juta – Entertainment

Apakah contoh di atas membaginya sesuai dengan pola hidup orang sukses..? Tidak… Ya anda tentunya menjawab tidak. Tapi itu yang terjadi.. Banyak orang membagi dengan cara demikian.. Mengapa orang-orang diluar negeri bisa mempunyai pensiun yang baik..? Karna cara mereka benar.

Mereka menyisihkan terlebih dahulu untuk keperluan pensiun mereka, kebutuhan jangka pendek, menenggah dan panjang di atur dengan baik.

Contoh yang benar dengan kasus pak Andi seperti di atas.

1 Juta – Pensiun

2 Juta – Tabungan pendidikan anak

3 Juta – Bayar Cicilan

1 Juta – Untuk Listrik

2 Juta – Uang Belanja

1 Juta – Entertainment

Angka tersebut bisa dibagi sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan anda masing2. Di sini saya berbicara komposisi yang seharusnya dilakukan agar anda dapat memiliki sebuah perencanaan yang baik.

Banyak orang sering mempunyai pemikiran saya akan memberikan uang saya  pada sebuah investasi… Apakah benar dengan cara demikian..?

Di bawah ini adalah sebuah pyramida perencanaan keuangan yang seharusnya dilakukan.

Anda adalah tuan atas uang anda sendiri. Janganlah uang menjadi tuan bagi kita,.. Anda berhak mengatur mereka sehingga masa depan anda dan seluruh keluarga anda terjamin aman..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Financial & Wealth Protection

%d bloggers like this: